Bismillaahirrohmaanirrohiim,,,,
Assalamu’alaikum wr.wb….
Apa kabar para
remaja?? Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin J Alhamdulillaah, pada kesempatan kali ini,kita
masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menikmati indahnya lika-liku
kehidupan perubahan, pubertas, atau “REMAJA”.
Saya juga seorang remaja yang
sekarang berusia 18 tahun. Saya adalah maha siswa baru (2014) di suatu
Universitas di Jawa Timur. Saya
bukanlah seorang remaja yang pandai dalam menulis, tapi Saya selalu
berkeinginan untuk mencurahkan apa yang Saya dapatkan, untuk teman-teman
teenager .
Masa remaja memang bukanlah pilihan.
Setiap orang yang lahir di dunia ini pasti akan dan pernah merasakan indahnya
kehidupan masa remaja. Masa remaja,,,, ya,, masa remaja.! Masa transisi, masa
perubahan dari masa anak-anak menuju kejenjang kedwasaan. Masa remaja akan
mulai terasa saat seseorang berusia, pada
umumnya usia SMP. Mereka akan mulai merasakan apa itu remaja. Pada masa
itu, mereka tidak mau dikatakan sebagai anak-anak, tetapi mereka juga belum
mampu jika mengerjakan apa yang dikerjakan oleh orang-orang dewasa. Lalu disebut
apakah mereka? Karena itulah mereka disebut “REMAJA”.
Remaja merupakan masa-masa yang
indah. Yaaa,,, banyak orang mengatakan seperti itu. Dimana seseorang akan
mengalami suatu perubahan. Baik perubahan secara fisik dan psikis. Jika
membicarakan suatu perubahan secara fisik, pasti teman-teman sudah
mengetahuinya. Namun untuk perubahan secara psikis, teman-teman juga
mengetahuinya, tapi tak semua dapat mengerti dan memahaminya. Bahkan mungkin
Saya sendiri.
Pada perubahan
psiskis (kejiawaan), seorang remaja akan memiliki tingkat emosi yang sangat
labil. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang emosi, perlu Saya luruskan.
Emosi bukanlah perasaan megatif yang mana sebagian besar remaja mengartikannya
dengan amarah. Namun Emosi adalah suatu perasaan. Entah iu perasaan positif maupun
negative.
Kita kembali
pada kelabilan emosi remaja. Seorang remaja akan mengalamai suatu,,, mungkin
jatuh cinta, simpati, empati, ngefans, fanatic, kegalauan, keceriaan dan
sebagainya. Terkadang semua rasa itu muncul dalam waktu yang bersamaan,
sehingga seorang remaja tak bisa mengontrol dan timbullah kebingungan yang luar
biasa sehingga mereka biasa menyebutnya “Galau”. Mereka akan merasa dirinya adalah tokoh utama
dalam cerita kehidupannya. Tapi ingatlah teman..!!! kehidupan kita berwarna
warni karena adanya orang-orang disekeliling kitaJ
Remaja memang tak bisa dipisahkan
dengan hal-hal seperti itu. Saat mereka
mengalami masa pubertas pertama mereka, saat mereka mulai merasakan rasa
tertarik dengan lawan jenis, itu memang hal sangat biasa dalam kehidupan
seorang remaja, apalagi Saya. Saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya
jatuh cinta, suka dengan seseorang yang menurut pandangan Saya, Dia adalah
sosok yang sangat luar biasa. Yap… Saya ulangi “menurut pandangan….” Saat
remaja merasakan “tertarik” dengan lawan jenis, kebanyakan dari mereka melihat
dari pandangan mata mereka. Atau lebih simplenya mereka bilang, “CINTA PADA
PANDANGAN PERTAMA” -_-“ Okelah teman, Saya memaklumi, itu adalah hal yang
wajar. Pada saat pertama kali kita merasakan suka dengan lawan jenis, diantara
dari kita termasuk Saya akan mengatakan hal itu.Mungkin itu karena kita belum
pernah merasakannya sebelumnya. Saya tak perlu mengatakan bagaimana rasanya,
kalian pasti sudah tahu. Seperti dunia milik berdua, hati berbunga-bunga atau
semacamnya.
Tapi teman,
cobalah kita pahami kembali. Apakah kita hanya melihat dari mata kita?? Mengapa
kita tak melihat dengan mata hati kita juga?? Yup… Karena pada saat itu kita
masih belum mengerti.
Tapi, apakah
tidak lebih baik kalau kita sekarang belajar dari hal tersebut??
Mari kita tata
ulang perasaan kita kepada orang lain dari sudut pandangan (mata) kita. Jika
memang kita merasa suka dengan lawan jenis, mari kita juga melihat dengan mata
hati kita. Mata di kepala kita tidak cukup untuk melihatnya, karena setan akan
mudah untuk membutakannya dan akan menjerumuskan masa depan kita.
Mari kita tata
ulang, prinsip kehidupan kita untuk membangun masa depan cerah yang sekarang
sedang dan pasti menunggu kita. InsyaAllah, dengan kita menata prinsip, cita-cita,
dan pandangan kita, kita akan benar-benar bisa merasakan keindahan dan
kenikmatan yang sebenarnya dari kata “REMAJA”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar