Kamis, 07 Agustus 2014

Bagaimana Menjadi Remaja?

Bismillaahirrohmaanirrohiim,,,, Assalamu’alaikum wr.wb….
Apa kabar para remaja?? Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin J  Alhamdulillaah, pada kesempatan kali ini,kita masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menikmati indahnya lika-liku kehidupan perubahan, pubertas, atau “REMAJA”.
            Saya juga seorang remaja yang sekarang berusia 18 tahun. Saya adalah maha siswa baru (2014) di suatu Universitas di Jawa Timur.  Saya bukanlah seorang remaja yang pandai dalam menulis, tapi Saya selalu berkeinginan untuk mencurahkan apa yang Saya dapatkan, untuk teman-teman teenager .
            Masa remaja memang bukanlah pilihan. Setiap orang yang lahir di dunia ini pasti akan dan pernah merasakan indahnya kehidupan masa remaja. Masa remaja,,,, ya,, masa remaja.! Masa transisi, masa perubahan dari masa anak-anak menuju kejenjang kedwasaan. Masa remaja akan mulai terasa saat seseorang berusia, pada  umumnya usia SMP. Mereka akan mulai merasakan apa itu remaja. Pada masa itu, mereka tidak mau dikatakan sebagai anak-anak, tetapi mereka juga belum mampu jika mengerjakan apa yang dikerjakan oleh orang-orang dewasa. Lalu disebut apakah mereka? Karena itulah mereka disebut “REMAJA”.
            Remaja merupakan masa-masa yang indah. Yaaa,,, banyak orang mengatakan seperti itu. Dimana seseorang akan mengalami suatu perubahan. Baik perubahan secara fisik dan psikis. Jika membicarakan suatu perubahan secara fisik, pasti teman-teman sudah mengetahuinya. Namun untuk perubahan secara psikis, teman-teman juga mengetahuinya, tapi tak semua dapat mengerti dan memahaminya. Bahkan mungkin Saya sendiri.
Pada perubahan psiskis (kejiawaan), seorang remaja akan memiliki tingkat emosi yang sangat labil. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang emosi, perlu Saya luruskan. Emosi bukanlah perasaan megatif yang mana sebagian besar remaja mengartikannya dengan amarah. Namun Emosi adalah suatu perasaan. Entah iu perasaan positif maupun negative.
Kita kembali pada kelabilan emosi remaja. Seorang remaja akan mengalamai suatu,,, mungkin jatuh cinta, simpati, empati, ngefans, fanatic, kegalauan, keceriaan dan sebagainya. Terkadang semua rasa itu muncul dalam waktu yang bersamaan, sehingga seorang remaja tak bisa mengontrol dan timbullah kebingungan yang luar biasa sehingga mereka biasa menyebutnya “Galau”.  Mereka akan merasa dirinya adalah tokoh utama dalam cerita kehidupannya. Tapi ingatlah teman..!!! kehidupan kita berwarna warni karena adanya orang-orang disekeliling kitaJ
            Remaja memang tak bisa dipisahkan dengan hal-hal  seperti itu. Saat mereka mengalami masa pubertas pertama mereka, saat mereka mulai merasakan rasa tertarik dengan lawan jenis, itu memang hal sangat biasa dalam kehidupan seorang remaja, apalagi Saya. Saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta, suka dengan seseorang yang menurut pandangan Saya, Dia adalah sosok yang sangat luar biasa. Yap… Saya ulangi “menurut pandangan….” Saat remaja merasakan “tertarik” dengan lawan jenis, kebanyakan dari mereka melihat dari pandangan mata mereka. Atau lebih simplenya mereka bilang, “CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA” -_-“ Okelah teman, Saya memaklumi, itu adalah hal yang wajar. Pada saat pertama kali kita merasakan suka dengan lawan jenis, diantara dari kita termasuk Saya akan mengatakan hal itu.Mungkin itu karena kita belum pernah merasakannya sebelumnya. Saya tak perlu mengatakan bagaimana rasanya, kalian pasti sudah tahu. Seperti dunia milik berdua, hati berbunga-bunga atau semacamnya.
Tapi teman, cobalah kita pahami kembali. Apakah kita hanya melihat dari mata kita?? Mengapa kita tak melihat dengan mata hati kita juga?? Yup… Karena pada saat itu kita masih belum mengerti.
Tapi, apakah tidak lebih baik kalau kita sekarang belajar dari hal tersebut??
Mari kita tata ulang perasaan kita kepada orang lain dari sudut pandangan (mata) kita. Jika memang kita merasa suka dengan lawan jenis, mari kita juga melihat dengan mata hati kita. Mata di kepala kita tidak cukup untuk melihatnya, karena setan akan mudah untuk membutakannya dan akan menjerumuskan masa depan kita.

Mari kita tata ulang, prinsip kehidupan kita untuk membangun masa depan cerah yang sekarang sedang dan pasti menunggu kita. InsyaAllah, dengan kita menata prinsip, cita-cita, dan pandangan kita, kita akan benar-benar bisa merasakan keindahan dan kenikmatan yang sebenarnya dari kata “REMAJA”  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar